|

Single Blog Title

This is a single blog caption
13
Mar

Aktualisasi Nilai Pancasila untuk Mewujudkan Cita – cita Bangsa

pembukaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sipil Dalam Penyelesaian Konflik Sosial

SALATIGA – Kegiatan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sipil Dalam Penyelesaian Konflik Sosial, Salatiga (13/3). Koordinasi dan Sinergitas Mencegah Konflik Sosial.

Dilaksanakan Sabtu pagi di Aula Kaloka, Gedung Setda Kota Salatiga, acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Jateng, Haerudin.

Kegiatan dengan diskusi panel dan tanya jawab ini mengangkat tema “Melalui Koordinasi dan Sinergitas Kita Tingkatkan Peran Aktif Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial”.

Saat sambutan, Haerudin menyampaikan harapannya atas terselenggaranya acara ini yang diharapkan dapat meningkatkan peran masyarakat dalam mencegah konflik sosial serta dapat menampilkan suasana aman dan sejuk di Jawa Tengah.

“kita cermati bersama, dari berbagai perkembangan situasi sosial politik maupun kehidupan lainnya terlihat bahwa semua dapat berpotensi terjadi konflik” kata Haerudin.

Perlu diwaspadai, lanjut Haerudin, dinamika kehidupan nasional dan regional kedepan tetap diwarnai potensi konflik dan bentuk – bentuk gangguan sosial lain, bahkan sampai anacaman teror yang mengganggu keamanan dan ketertiban.

Ia menjelaskan, bahwa perkembangan situasi sosial politik ini juga menjadikan masyarakat terbiasa dengan situasi konflik yang dapat mempengaruhi perilaku sosial dalam hubungan interaksi antar masyarakat.

“hal ini harus menjadi perhatian, mengingat kondisi sosial politik bangsa kita masih menyimpan berbagai sifat kontroversi, yang kesemuanya berpotensi konflik” jelasnya.

Mengakhiri sambutan, Haerudin menuturkan cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau mengurangi sebagai upaya mencegah permasalahan konflik sosial di masyarakat.

“masyarakat jangan terperdaya dengan informasi Hoax, kedepankan sikap toleransi, lakukan penyelesaian persoalan sesuai koridor hukum dan tentunya saling mengajak untuk mengamalkan Ideologi Pancasila” tutupnya.

Kemudian acara dilanjutkan paparan materi oleh narasumber. Sebagai moderator, Kepala Kesbangpol Kota Salatiga, Joko Haryono memandu acara diskusi dan tanya jawab ini.

Narasumber yang hadir adalah Anggota DPRD Jateng yakni, Hj. Sholeha Kurniawati (Komisi B) dengan materi Aktualisasi Pilar Kebangsaan dalam Dimensi Kehidupan dan Hj. Ida Nurul Farida (Komisi E) dengan materi Agama, Toleransi dan Cinta Indonesia.

Menjadi penyampai materi pertama, Sholeha Kurniawati, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menguatkan pilar kebangsaan dan mengamalkannya.

“pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia memiliki nilai – nilai yang harus diaktualisasikan untuk mencapai tujuan bangsa” katanya.

Ia menuturkan, bahwa bermasyarakat, berbangsa dan bernegara juga harus saling menghargai menghormati, gotong royong, rela berkorban taat pada peraturan dan mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI yang diimplementasikan dalam aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan yang didasari nilai – nilai Pancasila dan UUD 1945.

Menghadapi ancaman tantangan hambatan dan gangguan, tantangan era disrupsi menempatkan geopolitik terbuka dan terhubung secara cepat ke berbagai bidang dan pandemi covid-19 yang menyadarkan dan  perubahan yang tiba – tiba.

“semua harus bersatu padu menghadapinya, semuanya tidak boleh abai membangun ketahan nasional guna gerak dinamis perubahan ini” katanya.

Kedua menyampaikan materi, Ida Nurul Farida, menerangkan potensi yang ada dari keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia dan harus ada aktualisasinya, ia mencontohkannya dengan aktualisasi nilai – nilai agama dalam memperkuat NKRI.

“sejatinya nilai dalam agama dan nasionalisme saling mengisi dan melengkapi” katanya.

Toleransi, tambahnya merupakan sikap yang memberikan rasa saling menerima, menghargai dan lain – lain sehingga tradisi toleransi ini menghantarkan Indonesia merdeka. Selanjutnya, Interaksi sosial yang baik dapat dibangun dengan pola yang humanis, pluralis, dialogis dan toleran.

Maksud kegiatan ini adalah sebagai wujud koordinasi dan sinergitas pemerintah dengan masyarakat dalam mencegah konflik sosial.

Acara berlangsung dengan protokol kesehatan covid-19.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.