|

Single Blog Title

This is a single blog caption
17
Mar

Bersinergi Untuk Mencegah Dan Memberantas Narkotika.

Susanto, Sholeha, Haerudin dan Muslih

SEMARANG – Talk Show, Selamatkan Generasi Muda Dari Bahaya Narkoba, Semarang (17/3). Haerudin berpesan agar masyarakat khususnya generasi muda jangan mencoba untuk menyalahgunakan narkoba.

Berlangsung Rabu pagi pukul 10.00 WIB, acara dilaksanakan bertempat di Studio, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia, Kota Semarang.

Menjadi narasumber Kepala Badan Kesbangpol Jateng, Haerudin; Kabid P2M BNNP Jateng, Susanto; dan Anggota DPRD Komisi B Provinsi Jawa Tengah, Hj. Sholeha Kurniawati.

Talk Show membahas kejahatan narkotika yang merupakan kejahatan transnasional crime dengan kegiatan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Dua kegiatan ini saling membutuhkan, dan para pecandu merupakan pasarnya sehingga aktivitas semacam ini akan terus berlangsung.

“para pecandu ini sebagai pasar, dan di Indonesia cukup banyak baik secara nasional atau daerah” kata Susanto.

Berdasarkan data Polda Jawa Tengah tahun 2019, prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 1.96 dari ±36 juta penduduk atau ±600 ribu pengguna narkoba. Susanto menjeelaskan, penggunaan narkoba ini seperti fenomena gunung es dimana yang sesungguhnya lebih banyak dari yang tampak.

Menanggapi hal tersebut, Haerudin menyampaikan bahwa, upaya preventif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat umum, terutama pada generasi muda.

Diataur pada Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberanrasan  Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika dan Prekusor Narkotika (P4GN). Haerudin, menjelaskan tugas Kesbangpol Jateng dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika.

“tugas kami sebagai fasilitator, memfasilitasi kegiatan yang bertujuan untuk mencegah, memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika untuk ketahanan bangsa” Jelasnya.

Menegaskan kembali, Sholehah mengatakan, bahwa peraturan tersebut sebagai langkah preventif dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya mencegah dan memberantas narkotika.

Upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika tentunya perlu peran dari semua elemen masyarakat. Susanto, menerangkan bahwa program pelaksanaan P4GN bisa berjalan, tentunya dengan saling

bersinergi.

“kedepannya, kita juga akan membuat program Desa Bersinar yang akan didukung oleh relawan, satgas dan seluruh lapisan elemen masyarakat” kata Susanto.

Susanto, menjelaskan indikator Desa Bersinar yakni, terdapat kegiatan dan perencanaan P4GN dengan melakukan upaya tersebut secara mandiri.

“akan ada agen pemulihan yang tujuannya melaksanakan upaya rehabilitasi terhadap masyarakat pecandu nantinya” katanya.

Aktualisasi dari P4GN, Haerudin menyampaikan bahwa saat ini sedang dilakukan persiapan rancangan Peraturan Gubernur Jawa Tengah sebagai tindaklanjutnya.

“di dalam peraturan itu nanti akan dibentuk satgas di kalangan Pemda dan Pelajar” kata Haerudin.

Tidak hanya itu, lanjut Haerudin, akan dibentuk juga Unit Kegiatan Mahasiswa berkaitan dengan gerakan anti narkoba yang diharapkan gerakan tersebut akan menjadi gerakan bersama untuk melawan narkoba yang memiliki dampak dapat merusak generasi muda bangsa.

“kita nanti juga akan membentuk relawan narkoba, yang nantinya secara bersama-sama akan memerangi narkoba” tambahnya.

Mengakhiri perbincangan, para narasumber berpesan kepada masyarakat khususnya generasi muda agar menjauhi narkoba.

Menegaskan kembali, Susanto ingin pelaksanaan P4GN ini nantinya ada sinergitas dari semua pihak.

“marilah kita bersama – sama bersinergi untuk pencegahan dan pemberantasan narkotika” pesan Susanto.

Melanjutkan pesan, Haerudin menjelaskan dampak negatif dari penyalahgunaan narkotika dan khususnya kepada generasi muda yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini.

“jangan pernah mencoba narkoba, karena akan merugikan diri sendiri, masyarakat, keluarga dan pada akhirnya merusak bangsa ini” pesan haerudin.

Lanjut Haerudin, untuk masyarakat yang sudah kecanduan, jangan pernah ragu untuk melapor. Karena Pemerintah akan hadir dan berupaya untuk menanganinya.

Sholeha, mengingatkan kembali bahwa, tidak cukup soal regulasi yang mengatur, gerakan tersebut akan terwujud bila masyarakat juga turut berpartisipasi untuk pencegahan dan pemberantasanya.

“Seluruh elemen masyarakat mari bersama peduli dalam rangka pencegahan dan pemberantasan narkoba” pesan Sholeha.

Selama acara berlangsung memperhatikan protokol kesehatan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.