|

Single Blog Title

This is a single blog caption
26
Agu

Kolaborasi dengan Cipayung : Bersinergi Tuntaskan Pandemi

Foto : PPID Kesbangpol Jateng

SEMARANG – Ngopi Gaspol (Ngobrol Pintar Ngagas Politik) episode ke 3 yang diselenggarakan pada hari Rabu (25/8) mengambil tema “Cipayung Bersinergi Tuntaskan Pandemi”. Hadir sebagai narasumber, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah, Badrun Nuri yang hadir melalui virtual, dan PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah, Anto Prima Atmaja.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Haerudin, S.H., M.H.

Dalam kegiatan pembukaan Kepala Badan Kesbangpol Prov. Jateng, Haerudin, S.H, M.H  memberikan keynote speech kepada peserta yang terdiri dari siswa SMA se Jateng, Kesbangpol Kab/Kota se-Jateng, dan para anggota OKP Cipayung Plus. Ia memberikan semangat bagi para peserta agar diskusi ini tidak hanya sekedar diskusi saja, namun setelah kegiatan ini dapat berlanjut dengan tindakan tindakan nyata untuk menghentikan pandemi. “Kita harus selalu menerapkan protokol kesehatan 5M untuk melawan pandemi, namun sesungguhnya yang paling sulit untuk melakukan menerapkan protokol kesehatan adalah 1M yaitu, manut, untuk itulah kita mengadakan kegiatan ini harapannya para pemuda dan mahasiswa untuk menjadi pelopor dan bergerak bersama untuk mengingatkan masyarakat agar taat protokol kesehatan di era pandemi.” tuturnya.

Ketua IMM Jawa Tengah Badrun Nuri

Dipandu oleh Aldian, diskusi dibuka dengan kedua narasumber yang membagikan cerita kepada peserta diskusi tentang apa yang sudah mereka lakukan selama pandemi COVID-19.

“Untuk mengurangi dampak pandemi, PMII melakukan banyak kegiatan salah satunya melakukan acara vaksinasi Tahap II di Magelang bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah dan Polsek Magelang,”ujarnya.

Sementara Ketua IMM Jawa Tengah Badrun menjelaskan kegiatan yg dilakukan kader IMM antara lain dengan menjadi relawan Satgas Khusus Muhammadiyah Covid Command Center (MCCC) di 34 Kab/Kota di Jawa Tengah. Dia juga menceritakan IMM menggerakkan kader yang memiliki latar belakang kesehatan untuk membantu di RS Muhammadiyah dan yang non kesehatan untuk pemusalaran jenazah yang sudah berjalan sejak awal pandemi. Momen organisasi kemahasiswaan saat bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowi juga mereka bagikan. Tujuan Kelompok Cipayung Plus bertemu adalah untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengenai apa yang bisa pemuda lakukan di saat pandemi.

Komda PKC PMII Provinsi Jawa Tengah

Anto berpendapat bahwa menghadapi musuh yang tidak terlihat harus dihadapi bersama antara pemerintah, stake holder dan masyarakat khususnya pemuda untuk berkontribusi bersama.

“Untuk menghadapi COVID-19 kita butuh bergandengan tangan bersama-sama dalam hal ini pemerintah serta stake holder dan pemuda untuk ikut mengatasi pandemi” tuturnya.

Menurut Badrun, mahasiswa memang dituntut kritis terhadap kebijakan kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah khususnya kebijakan yang berkaitan dengan COVID-19. Namun mahasiswa juga harus terpanggil untuk menuntaskan masalah di masyarakat secara nyata. “Mahasiswa dituntut kritis terhadap segala kebijakan pemerintah. Tetapi kita merasa terpanggil bagaimana kita melakukan sesuatu demi bangsa ini walaupun kecil, untuk itu kita juga melakukan banyak kegiatan dalam menghadapi pandemi covid-19” tandasnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.