|

Single Blog Title

This is a single blog caption
5
Nov

Donatur bom bunuh diri Solo tahun 2016, Murti Kartono, meminta maaf

SURAKARTA – Pelaku yang mendanai aksi bom bunuh diri di Mako 1 Polres Surakarta pada tahun 2016, Murni Kartono, meminta maaf kepada masyarakat khususnya masyarakat Kota Surakarta pada Kamis (4/11) di Gedung Balai Tawang Arum Komplek Balaikota Surakarta, Jl. Jend. Sudirman No. 2 Kel. Kampung Baru Kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta.

Badan Kesbangpol Prov. Jateng melalui Kabid Ideologi dan Kewaspadaan,Agung Satrio Prakosa, hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah. Selain itu, juga hadir Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka; Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak S.I.K. ; Kasubdit Sosialisasi Idensos Densus 88 Mabes Polri, Kompol Jim Brilian S.I.K ; Koordinator Satgas Deradikalisasi BNPT Jateng, Muhammad Alffin Bahtiar; Kasat Intelkam Polresta Surakarta, AKP Arlianto Adhy Prabowo S.E., S.I.K. serta Korban Aksi Bom Mako Polresta, Ipda Bambang Adi.

Dalam pernyataanya, Munir Kartono menyesali apa yang telah ia lakukan.Berkat pembinaan dari Densus 88, BNPT dan instansi terkait,menyampaikan terimakasih telah diberikan kesempatan untuk meminta maaf kepada Pemerintah Kota Surakarta, utamanya Aparat Kepolisian Jajaran Polresta Surakarta khususnya Ipda Bambang yang menjadi korban atas aksinya tersebut.
“Alhamdulillah setelah selesai menjalani hukuman, saya menyadari bahwa apa yang telah saya lakukan merupakan sebuah kesalahan. Atas bantuan dari berbagai pihak yang membantu saya, akhirnya bisa menepati janji untuk meminta maaf kepada Pemerintah Kota Surakarta, Aparat Kepolisian Jajaran Polresta Surakarta khususnya kepada Ipda Bambang yang saat itu menjadi korban” tuturnya.


Dari penyesalan tersebut, ia meminta maaf dan berharap semua yang menjadi korban dalam aksinya bersedia untuk memaafkan kesalahannya.
“Secara pribadi saya meminta maaf, sekali lagi apa yang saya alami merupakan suatu kesalahan dan saya minta semua sudi untuk memaafkan”, tuturnya. Sebagai korban, Ipda Bambang Adi secara tulus dan ikhlas memaafkan perbuatan Munir dan mengajak semua orang yang hadir untuk menciptakan Solo yang aman, damai dan kondusif untuk menebarkan kebaikan sehingga Indonesia menjadi bangsa yang damai.
“Saya selaku korban mako Polresta dengan iklas dan tulus hati memaafkan dan ridho kepada Sdr. Munir. Setelah ini monggo kita ciptakan Solo yang damai dan Solo yang kondusif untuk tebar kebaikan dan membuat Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang damai” tuturnya.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak S.I.K. merasa bangga sekaligus mengapresiasi semua pihak yang terlibat dan berkomitmen menjaga kamtibnas Solo dan Indonesia. Ia mengatakan bahwa permintaan maaf ini tidak untuk Ipda Bambang Adi saja tetapi juga untuk seluruh warga Surakarta dan warga yang bukan seiman juga saudara dalam kemanusiaan. “Siang ini saya apresiasi dan bangga kepada semua pihak terutama Densus 88 BNPT dan semua pihak hingga islah berjalan lancar. Kita berkomitmen menjaga kamtibmas Solo dan Indonesia pada umumnya,permintaan maaf ini bukan hanya untuk Sdr. Bambang saja tapi kepada warga Surakarta. Warga yang bukan seiman juga saudara dalam kemanusiaan” tuturnya.


Kegiatan permintaan maaf ini merupakan momen yang luar biasa karena antara pelaku dan korban dapat saling menyapa juga dapat memberi contoh kepada dunia bahwa memberi dan meminta maaf dapat dilakukan oleh semua orang, menurut Koordinator Satgas Deradikalisasi BNPT Jateng, Muhammad Alffin Bahtiar. “Ini moment luar biasa antara pelaku dengan korban bisa saling menyapa dan bertatap muka.Kejadian ini bisa memberi contoh kepada dunia memberi dan meminta maaf bisa di lakukan oleh semua orang” tuturnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.