|

Single Blog Title

This is a single blog caption
25
Agu

Kolaborasi dengan Cipayung Atasi Pandemi Jateng From Home : Gerakan Jateng Ayo Bangkit

Foto : PPID Kesbangpol Jateng

SEMARANG – Sebagai tindak lanjut kerjasama sekaligus mendukung gerakan Jateng Ayo Bangkit, Badan Kesbangpol Prov. Jateng bersama dengan Kelompok Cipayung mengadakan diskusi online Ngopi Gaspol, Ngobrol Pintar Ngagas Politik. Bersama dengan anggota Kelompok Cipayung, ratusan pelajar SMA se-Jawa Tengah dan Badan atau Kantor Kesbangpol se Kab/Kota di Jawa Tengah. Acara berlangsung secara online melalui zoom meeting dan live youtube pada Selasa (24/08).

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri, Tri Harso Widirahmanto, S.H.

Mengangkat tema diskusi “Jateng From Home: Gerakan Jateng Ayo Bangkit” diharapkan dengan diskusi online ini dapat memberikan edukasi, semangat, dan gambaran khususnya kepada anak muda sekarang untuk ikut aksi dalam pemulihan kondisi Jawa Tengah di tengah masa pandemi. Karena terbagi menjadi 4 sesi, kegiatan diskusi online Ngopi Gaspol berlangsung selama 4 hari, yaitu mulai dari hari Selasa, 24 Agustus hingga 27 Agustus 2021. Pada hari pertama, hadir Kabid Politik Dalam Negeri, Tri Harso Widirahmanto, S.H. mewakili Kepala Badan Kesbangpol Prov. Jateng yang pada kesempatan hari ini tidak dapat hadir. Lalu ketua umum BADKO HMI Jateng-DIY, Sahal Munir dan KOMDAN II PMKRI Jateng-DIY, H. Benediktus Ietigalli. Sebagai pemandu, Yoga Dian berperan sebagai moderator dalam diskusi ini.

KOMDAN II PMKRI Jateng-DIY, H. Benediktus Ietigalli

Dalam diskusi ini, Benediktus menyoroti pentingnya vaksin namun di sisi lain masih ada masyarakat yang takut bahkan anti vaksin. Menurutnya, cara Kelompok Cipayung untuk meyakinkan masyarakat adalah dengan menyebarkan testimoni setelah divaksin melalui media video atau tulisan dengan tujuan agar masyarakat termotivasi untuk melakukan vaksinasi. “di cipayung kami menggalakan video atau tulisan mengenai testimoni bagaimana rasanya setelah divaksin. Sehingga masyarakat yang kurang percaya vaksin bisa termotivasi” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa sebagai aksi kepemudaan, kelompok cipayung juga mengkerahkan mahasiswa untuk melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai vaksin.

BADKO HMI Jateng-DIY, Sahal Munir

Sahal juga berpendapat bahwa stigma di masyarakat adalah hal yang paling berat daripada virus COVID-19 itu sendiri. Maka ia meminta seluruh peserta untuk selalu membantu dan menjaga sesamanya. “banyak yang lebih berat daripada COVID, yaitu stigma. Ada banyak masyarakat yang lebih takut stigma dari lingkungan dibandingkan COVID. Maka saya meminta tolong diingatkan mbak dan mas untuk saling membantu dan saling menjaga”, tandasnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.