|

Single Blog Title

This is a single blog caption
18
Nov

Kegiatan Pengembangan & Peningkatan Wawasan Kebangsaan & Nasionalisme.

Pembukaan kegiatan pengembangan dan peningkatan wawasan kebangsaan dan nasionalisme – (Sulistyo Yuli Utomo, M. Toha, Daru Wisakti, Taslim Syahlan).

Grobogan (17/11) – Merawat Keragaman, Membangun Toleransi Dalam Rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan.

Memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Nopember 2020 bertempat di Hotel Kyriad Grand Master, Grobogan.

Peserta pada kegiatan kali ini seluruh elemen masyarakat, yakni Forum Kerukuran Umat Beragama (FKUB) se Kabupaten Grobogan.

Dihadiri oleh Haerudin, Ka. Kesbangpol Jateng yang saat ini sebagai Pjs. Bupati Grobogan; Sulistyo Yuli Utomo, Plh. Ka. Kesbangpol Jateng; Daru Wisakti, Ka. Kesbangpol Grobogan; Taslim Syahlan, Ketua FKUB Jateng; dan M. Toha, Ketua FKUB Grobogan.

Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pancasila, Doa dan selanjutnya laporan panitia penyelenggara oleh Agus Setiawan selaku Plh. Kasubbag Umum & Kepegawaian Kesbangpol Jateng.

Kemudian acara dibuka oleh Sulistyo Yuli Utomo, Plh. Ka. Kesbangpol Jateng.

kegiatan dilakukan dengan ceramah dan diskusi tanya jawab.

Penyampaian materi narasumber – (Haerudin, Taslim Syahlan)
moderator – (Rosyidri)

Usai pembukaan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Taslim Syahlan, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jateng dengan materi menguatkan toleransi dan semangat kebangsaan dimasa pandemi covid-19.

“Apakah kita sudah toleransi atau masih intoleransi” Kata Taslim. Taslim menerangkan bagaimana menguatkan toleransi dan semangat kebangsaan.

Dalam perspektif FKUB, Taslim mengatakan “toleransi itu sejauh mana bisa saling menghargai agama masing-masing” .

Taslim Syahlan

Untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dalam menguatkan toleransi, Taslim menegaskan harus berdasarkan 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harga mati.

Taslim menjelaskan sebagai penguatan toleransi beragama harus dengan menumbuhkan sikap kedewasaan/moderasi beragama, solidaritas, sinergitas, dan integritas toga-toma sebagai perekat bangsa.

FKUB Jateng sendiri selama pandemi selalu melakukan kegiatan sosial untuk membantu sesama, Taslim mengatakan niat baik pasti akan selalu mendapat kemudahan.

Dilanjutkan pemateri kedua Haerudin, Ka. Kesbangpol Jateng yang saat ini sebagai Pjs. Bupati Grobogan dengan materi Pengamalan nilai-nilai Pancasila di era disrupsi.

Haerudin

Era disrupsi sebagai fenomena beralihnya aktivitas di dunia nyata ke dunia maya dengan perubahan yang luar biasa, menuntut kita harus beradaptasi dengan fenomena tersebut.

“Era disrupsi hari ini, kita dituntut mengikuti perubahan tersebut tentu dengan berdasarkan nilai-nilai Pancasila” kata Haerudin.

Karena di era disrupsi ini telah menempatkan geopolitik secara terbuka dan secara cepat, baik dari bidang sosialbudaya, ekonomi dan politik.

Hal tersebut menuntut masyarakat khususnya generasi muda bisa memfilter era disrupsi dimana pengaruhnya dapat mempengaruhi karakter mereka.

Haerudin juga menyampaikan beberapa persoalan terhadap penanganan Covid-19 yang ada di Grobogan.

Menurut Haerudin angka kematian di Grobogan meningkat dikarenakan penanganan yang lambat. “Kultur kita masih kebiasaan, kalau belum parah itu diobati sendiri” kata Haerudin.

Haerudin menjelaskan, jika sudah gejala untuk segera di periksa ke Rumah Sakit dan nantinya penanganan akan lebih baik.

Penutup acara, dilanjutkan penyerahan Piagam Watugong yang telah disepakati beberapa hari lalu tanggal 10 Oktober 2020 di Viharra Buddhagaya Watugong Semarang.

Penyerahan Piagam Watugong – (M. Toha, Haerudin, Taslim Syahlan)

Piagam tersebut sebagai roadmap dan pilot project nasional kerukunan umat beragama dannkepercayaan untuk menjaga stabilitas NKRI, kebebasan beragama, mencegah radikalisme serta intoleransi.

Rumusan Piagam Watugong sebagai berikut :

  1. Penguatan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Keutuhan NKRI.
  2. Penguatan moderasi beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME.
  3. Penguatan toleransi, solidaritas, dan silaturahmi kebangsaan.

Disebut Piagam Watugong karena merujuk tempat diadakanya kesepakatan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.