|

Single Blog Title

This is a single blog caption
16
Aug

Lawan Terorisme dan Radikalisme, Jawa Tengah Deklarasi Masyarakat Jawa Tengah Anti Radikalisme Agama, Radikalisme Sekuler dan Terorisme

Sebagai bagian dari upaya melawan penyebaran paham terorisme dan radikalisme di wilayah Jawa Tengah, pada Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke 67 tanggal 15 Agustus 2017 dilakukan pembacaan Naskah Deklarasi Masyarakat Jawa Tengah Anti Radikalisme Agama, Radikalisme Sekuler dan Terorisme

SEMARANG – Sebagai bagian dari upaya melawan penyebaran paham terorisme dan radikalisme di wilayah Jawa Tengah, pada Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke 67 tanggal 15 Agustus 2017 dilakukan pembacaan Naskah Deklarasi Masyarakat Jawa Tengah Anti Radikalisme Agama, Radikalisme Sekuler dan Terorisme. Naskah Deklarasi dibacakan oleh perwakilan Lintas Agama di hadapan Inspektur Upacara, dilanjutkan penyerahan teks Naskah Deklarasi oleh juara Denok Kenang kepada Inspektur Upcacara. Sebagai penutup pernyataan sikap Deklarasi, dilakukan penandatanganan oleh unsur Forkopimda Prov. Jateng, perwakilan tokoh lintas agama, ormas, dan perguruan tinggi.

Adapun teks Naskah  Deklarasi Masyarakat Jawa Tengah Anti Radikalisme Agama, Radikalisme Sekuler dan Terorisme berbunyi :

“Munculnya gerakan radikalisme agama, radikalisme sekuler dan terorisme di Indonesia telah memperlemah kohesivitas masyarakat. Semangat persatuan dan kesatuan yang menjadi kekuatan utama tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kini mulai terkoyak. Jawa Tengah termasuk yang terkena imbas cukup serius, mengingat sejumlah daerah terindikasi menjadi ‘lahan’ subur bagi berkembangnya paham tersebut. Berangkat dari keadaan tersebut, kami Masyarakat Jawa Tengah Antiradikalisme Agama, Radikalisme Sekuler dan Terorisme dengan senantiasa memohon taufik dan hidayat kepada Allah, Tuhan YME, menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Menyatakan taat, setia dan berkomitmen untuk menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, UUD 1945, serta kehidupan yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

2. Menolak paham radikalisme agama, radikalisme sekular dan terorisme hidup di bumi Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya.

3. Menolak organisasi kemasyarakatan/politik dan separatisme yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 45 dan peraturan perundangundangan yang berlaku.

4. Mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah untuk mengantisipasi, menjauhi dan serentak mencegah penyebaran paham atau gerakan radikalisme agama, radikalisme sekuler dan terorisme atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45.

5. Bertekad membentuk generasi muda berjiwa nasionalis yang kuat, demokratis, jujur, berkeadilan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama, etika akademik, kemajemukan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa yang berwawasan nusantara. Demikian deklarasi ini dibuat dengan sebenar-benarnya, semoga Allah, Tuhan YME melindungi seluruh masyarakat Jawa Tengah.

Semarang, 15 Agustus 2017″

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.