|

Single Blog Title

This is a single blog caption
13
Aug

MARI BERSAMA MEWASPADAI TERORISME DAN RADIKALISME

Keamanan nasional adalah perwujudan keamanan menyeluruh (comprehensive security)yang menempatkan keamanan sebagai konsep multidimensional.

Keamanan nasional adalah perwujudan keamanan menyeluruh (comprehensive security)yang menempatkan keamanan sebagai konsep multidimensional. Strategi keamanan komprehensif tersebut dapat dilakukan dengan minimal dua cara. Pertama, negara memperluas ruang gerak aktor militer sehingga aktor ini dapat menangkal semua bentuk ancaman. Atau kedua, negara mengembangkan aktor-aktor keamanan baru dan menjadikan TNI sebagai aktor militer yang hanya memiliki kompetensi untuk mengatasi masalah pertahanan negara. Alternatif kedua merupakan alternatif yang digulirkan selama masa reformasi. Hal ini sejalan dengan rumusan pasal 30 UUD 45, Tap VI/MPR/2000 dan Tap VII/MPR/2000, serta UU No.X/2001 yang secara tegas membedakan sumber dan sifat ancaman serta institusi yang memiliki kewenangan penanganannya.

Dalam konteks penanggulangan ancaman terorisme, pada tahun 2003 pemerintah bersama dengan DPR telah melahirkan UU No.15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang dikuatkan oleh Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2013 tentang Penangan Konflik di Daerah, sebuah produk hukum yang memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah untuk memberikan tafsir tunggal atas pemahaman tindak terorisme. Boleh dikata bahwa pemerintah Indonesia telah cukup memiliki dasar politik dan legal untuk mengambil peran aktif dalam penanggulangan terorisme global sebagaimana ‘dipaksakan’ AS dan negara-negara Barat.

Radikalisme adalah suatu paham yang dibuat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan.

Namun bila dilihat dari sudut pandang keagamaan dapat diartikan sebagai paham keagamaan yang mengacu pada fondasi agama yang sangat mendasar dengan fanatisme keagamaan yang sangat tinggi, sehingga tidak jarang penganut dari paham / aliran tersebut menggunakan kekerasan kepada orang yang berbeda paham / aliran untuk mengaktualisasikan paham keagamaan yang dianut dan dipercayainya untuk diterima secara paksa. Sementara Islam merupakan agama kedamaian yang mengajarkan sikap berdamai dan mencari perdamaian, Islam tidak pernah membenarkan praktek penggunaan kekerasan dalam menyebarkan agama, paham keagamaan serta paham politik.

 Akar Masalah Radikalisme antara lain karena dendam, kebencian, ketidakadilan, kesenjangan sosial, kemiskinan, kebijakan yang dianggap diskriminatif, residu kebebasan era reformasi dan ideologi atau faham yang tidak toleran. 

 

Pencegahan Radikalisme

Berbagai bentuk pencegahan yang seharusnya kita lakukan guna mewaspadai penyebaran radikalisme dan terorisme antara lain :

  1. Menegakkan Hukum yang ada.
  2. Pencegahan dan pelaksanaan kegiatan melawan propaganda ideologi radikal di bidang penanggulangan terorisme dengan Penguatan Nilai – Nilai Pancasila Dan Bela Negara, Pendidikan & Pemahaman Karakter Bangsa, Pendidikan Wawasan Kebangsaan, Pengembangan Nilai Budaya Daerah Yang Baik, Peningkatan Peran Para Tokoh Dalam Masyarakat, Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sipil.
  3. Penindakan dan penyiapan kesiapsiagaan nasional dengan Pengejaran terhadap pelaku terorisme yang berada di Indonesia
  4. Pelaksanaan Deradikalisasi dengan Program reorientasi motivasi, Re-edukasi, Resosialisasi, serta mengupayakan kesejahteraan sosial dan kesetaraan dengan masyarakat lain bagi mereka yang pernah terlibat terorisme maupun bagi simpatisan, sehingga timbul rasa nasionalisme.
  5. Sasaran rekruitmen Anggota Baru adalah Generasi Muda. Untuk itu harus ada Penguatan Sistem Pendidikan, meliputi :
  • Pendidikan Keluarga, Menciptakan keluarga yang harmonis mampu mencegah terorisme masuk ke dalam pemikiran anggota keluarga.
  • Pendidikan Formal, Siswa/ Mahasiswa dibekali dengan penguatan sikap cinta tanah air.
  • Pendidikan Agama, Pelibatan aktif agamawan / ulama untuk memberikan pemahaman tentang ajaran agama yang baik dan benar.
  • Pendidikan Masyarakat, Memilih pergaulan secara selektif sehingga terciptakan suasana lingkungan yang aman, nyaman dan terbuka.
  • Pemanfaatan IT / Media Sosial dengan benar dan cerdas. Penggunaan medsos saat ini banyak yang disalahgunakan dan dijadikan sarana rekruitmen anggota baru.

 Pokok pikiran diataslah yang harus ditanamkan dan ajarkan sebagai jalan meningkatkan motivasi bersama agar melakukan upaya-upaya pembelaan negara. Dengan membangun kesadaran itulah, maka kita dapat melakukan pencegahan tindakan – tindakan radikalisme dan melakukan salah satu dari sekian banyak aspek untuk menjaga keutuhan Negara ini yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.