|

Single Blog Title

This is a single blog caption
19
Nov

Memanfaatkan Bonus Demografi

Berbicara tentang bangsa hari ini kita tidak bisa lepas dari fakta bonus demografi yang akan diperoleh Indonesia pada 2 tahun yang akan datang. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) bonus demografi akan terjadi di Indonesia pada tahun 2020-2035 dimana komposisi penduduk usia produktif diperkirakan mencapai 70 persen dan yang tidak produktif hanya 30 persen saja. Ini bisa juga diartikan dalam tiap rumah yang berisi 4 anggota keluarga ada 3 orang yang bekerja dan hanya menanggung 1 orang lainnya.

Fenomena bonus demografi yang langka dalam perjalanan suatu bangsa pernah juga dialami Korea Selatan dan Singapura dimana pertumbuhan ekonominya mencapai 13,2 persen dan 13,6 persen. Maka tidak heran kedua negara tersebut sekarang menjadi negara yang disegani di Asia karena kesuksesannya menyulap bonus demografi menjadi kekuatan ekonomi negara.

Tentu keberhasilan kedua negara tersebut tidak serta merta datang begitu saja melainkan sudah dirancang dengan matang oleh negara masing-masing. Pertanyaannya kemudian bagaimana Indonesia khususnya Jawa Tengah menyambut era bonus demografi yang sudah hadir di depan mata?

Menyambut Bonus Demografi

Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian untuk menyambut bonus demografi terutama menyangkut generasi muda yaitu tersedianya sumber daya manusia dan lapangan kerja yang layak, baik secara kualitas dan kuantitas, perbaikan kualitas layanan dan akses kesehatan serta redistribusi ekonomi yang merata.

Lapangan kerja yang layak secara kuantitas dan kualitas diharapkan dapat menampung tenaga kerja dari sektor informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih terjamin secara pendapatan. Meski begitu sektor wirausaha yang mengandalkan kreatifitas juga tidak boleh dilupakan oleh pemerintah. Tumbuhnya sektor jasa belakangan ini merupakan momentum untuk menciptakan wirausahawan baru yang dapat membuka lapangan kerja.

Sebagai contoh meningkatnya sektor belanja dan jasa berbasis online yang didominasi oleh generasi muda sebagai pelaku di masa depan harus terus didorong pemerintah dengan penyediaan infrastruktur internet serta penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni hingga tidak hanya mampu bersaing di dalam negeri tetapi juga di pasar global. Saat ini meski transaksi online masih kecil prosentasenya dalam transaksi ekonomi secara nasional namun terus menunjukkan peningkatan ke depannya.

Masyarakat yang mulai akrab dengan internet khususnya generasi muda sudah seharusnya dapat beradaptasi dengan cepat mengikuti perkembangan dunia. Riuhnya perekonomian berbasis teknologi bisa dimanfaatkan sehingga generasi muda tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga menjadi produsen sebagai penunjang perekonomian informal saat era bonus demografi tiba.

Hal diatas dapat dicapai salah satunya dengan cara kemudahan  akses pendidikan dasar hingga tinggi yang berkualitas dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat serta adanya kemudahan dalam mengakses modal usaha oleh masyarakat.

Syarat kedua menangkap kesempatan bonus demografi adalah kemudahan akses pelayanan kesehatan untuk mencapai kualitas hidup yang layak. Pemerintah berkewajiban untuk menyediakan akses akan layanan kesehatan serta subsidi yang dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat. Dengan tersedianya akses dan fasilitas kesehatan yang memadai tentu akan memacu tenaga kerja yang lebih produktif baik di sektor formal maupun informal.

Terakhir adalah distribusi ekonomi yang lebih merata dan tidak terpusat di kota-kota besar  Indonesia saja. Adanya otonomi daerah harus dapat memunculkan potensi kekayaan daerah masing-masing agar ketimpangan ekonomi antar daerah dapat diminimalkan.

Peran aktif kepala daerah dan masyarakat diperlukan dalam setiap rancang kebijakan pembangunan yang selaras dengan pemerintah pusat yaitu fokus untuk pembangunan generasi muda menyambut bonus demografi sehingga kegagalan dalam memanfaatkan momen emas tersebut tidak terjadi.

Untuk menyiapkan generasi menyambut bonus demografi tentu erat kaitannya kebijakan dan bekal yang disiapkan pemerintah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai kegiatan untuk menyiapkan bonus demografi bagi generasi muda.

Berbicara tentang kebijakan juga tidak bisa dilepaskan wacana politik yang ada di masyarakat. Terbukanya era demokrasi memungkinkan segala aspirasi dari masyarakat dapat didengar oleh pemerintah guna merancang kebijakan yang bertujuan kemaslahatan bagi semua. Untuk itu berbagai wacana mengenai bonus demograsi diangkat dalam dialog interaktif yang diikuti oleh pelajar, pemuda dan mahasiswa berkaitan dengan isu-isu yang menyangkut kebijakan pemerintah maupun isu di masyarakat

 Lewat program Ngolah Pikir Gagas Politik (Ngopi GasPol) yang diselenggarakan dengan bentuk diskusi dalam jaringan anak muda diajak ikut berkontribusi dalam menjawab permasalahan di sekitar mereka baik yang terjadi sekarang maupun masa mendatang.  Berbagai macam teori dan narasumber yang dihadirkan diharapkan mampu memberi wawasan baru terkait tantangan era bonus demografi. Misalnya saja Ngopi Gaspol edisi #7 yang membahas masa depan generasi muda kaitannya dengan ekonomi kreatif dan tantangan di masa depan. Usulan ide kreatif dan pertanyaan kritis muncul dari pelajar dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengenai masa depan perkenomian Indonesia.

Demikian pula saat era pandemi diselenggarakan diskusi bertajuk Cipayung Bersinergi Tuntaskan Pandemi yang diikuti ratusan mahasiswa secara online yang tergabung dalam kelompok Cipayung untuk bersama pemerintah menyelesaikan permasalahan Covid-19. Muncul banyak ide segar dari generasi muda untuk berperan di masyarakat dalam menghadapi pandemic dari diskusi tersebut.

Tak berhenti di situ Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah juga berinovasi dengan membuat aplikasi Gagas Politik Kebangsaan (Gaspolbang) yang di dalamnya berisi materi terkait wawasan kebangsaan, sejarah tokoh-tokoh nasional hingga berita terkini yang menyangkut Jawa Tengah. Generasi muda yang akrab dengan teknologi dapat dengan mudah mengakses konten lewat aplikasi tersebut untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dalam menghadapi dinamika global.

Kita seharusnya optimis dapat meraih keuntungan dari bonus demografi di masa depan dengan catatan semua pihak menaruh perhatian yang besar untuk generasi muda dan fokus dalam pelaksanaannya. Bukan tidak mungkin lahirnya generasi emas yang membawa masyarakat adil makmur dapat tercapai di masa depan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.