|

Single Blog Title

This is a single blog caption
15
Okt

MENJAGA KONDUSIFITAS DI JAWA TENGAH

Foto : PPID Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah

SEMARANG – untuk menjaga kondusifitas dan keamanan yang ada di Jawa Tengah di saat pandemi Covid-19, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Jawa Tengah, dengan mengundang organisasi lintas agama dan kepemudaan, pada Rabu (13/10).

Rapat yang dilaksanakan di Aula Cenderawasih ini, dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kepala Sub Bidang Kewaspadaan Nasional, Puspito Aris Gunawan, S.H.

Dalam sambutan pembukannya, ia berharap bahwa FKDM dapat memberikan berkontribusi untuk penyelesaian kejadian yang ada di Jawa Tengah.

Kepala Sub Bidang Kewaspadaan Nasional, Puspito Aris Gunawan, S.H.

“FKDM diharapkan bisa berkontribusi dalam hal penyelesaian kejadian-kejadian yang ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah” tuturnya.

Agenda rapat selanjutnya dipimpin oleh Ketua FKDM Provinsi Jawa Tengah, Adi Imran Ismail, dengan fokus membahas tentang perkuatan organisasi dan sinergi program dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Anggota FKDM Provinsi Jawa Tengah yang telah hadir terdiri dari 11 perwakilan Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda di Jawa Tengah yang terdiri dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Indonesia Jawa Tengah, Dewan Pengurus Daerah Perwakilan Umat Budha Indonesia Jawa Tengah, Taruna Siaga Bencana Jawa Tengah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Pengurus Wil Muhamadiyah Jawa Tengah, Persekutuan Gereja Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Anti Madat Provinsi Jawa Tengah dan Keuskupan Agung Semarang.

Dalam rapat koordinasi, Adi Imran Ismail menyampaikan, perlunya mewaspadai ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Ideologi Bangsa, yang dapat merusak pola pikir generasi muda dalam era globalisasi dan terjadinya perubahan zaman serta kemajuan teknologi.

“Perubahan zaman dan majunya teknologi membuat generasi muda mempunyai pola pikir yang berbeda. Yang perlu kita waspadai adalah jangan sampai ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Ideologi Bangsa merusak pola pikir generasi muda” tuturnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.