|

Single Blog Title

This is a single blog caption
16
May

Ngonthel Bareng dan Deklarasi Benteng Pancasila

Sekitar dua ribu ‘pengonthel’ sepeda memadati Lapangan Qudsiyyah, Minggu (6/5/2018). Mereka antusias menyemarakkan rangkaian acara “Ngonthel Bareng dan Deklarasi Benteng Pancasila”

Sekitar dua ribu ‘pengonthel’ sepeda memadati Lapangan Qudsiyyah, Minggu (6/5/2018). Mereka adalah keluarga santri dan pelajar Al Qudsiyyah, ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab Kudus, masyarakat lintas etnis dan masyarakat umum. Mereka antusias menyemarakkan rangkaian acara “Ngonthel Bareng dan Deklarasi Benteng Pancasila”, dengan memakai kaus putih dan iket kepala khas kudus.

“Dengan semangat dan penuh tanggung jawab, kami generasi bangsa Indonesia berikrar dan berjanji untuk senantiasa menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Ketua Yayasan Al Qudsiyyah KH Najib Hasan lantang saat mendeklarasikan komitmen Jawa Tengah sebagai Benteng Pancasila diikuti seluruh pegowes.

Deklarasi yang berisi lima poin dibacakan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah Menara Kudus, H Em Nadjib Hassan.

Poin pertama deklarasi benteng pancasila untuk menjunjung tinggi Pancasila sebagai azas kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedua kemajemukan, keragaman, dan teloransi atas kebersamaan adalah anugerah yang harus kita jaga.

Ketiga mencintai dan membangun negeri adalah bagian dari pengamalan kecintaan terhadap negeri. Keempat menolak dan siap melawan berbagai bentuk tantangan yang merongrong pancasila, anti NKRI, intoleransi, radikalisme dan terorisme yang mengancam keutuhan bangsa dan negara.

Kelima menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pedomana dalam kehidupan bermasyarat, berbangsa dan bernegara.

Rangkaian acara positif tersebut disambut baik Plt Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi. Sebab, tak hanya gowes yang dapat mempererat rasa kebersamaan di antara warga Kudus, namun juga terdapat festival Alquran yang mendorong umat muslim agar semakin sungguh-sungguh mengamalkan ajaran agamanya.

“Kegiatan ini selain bernuansa Islami, tetapi juga menjunjung nilai-nilai kebersamaan seperti yang terkandung dalam Pancasila. Ada festival Alquran dengan berbagai ragam kegiatan yang sifatnya mengejawantahkan bagaimana kita menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Alquran,” ujarnya mengapresiasi.

Bapak heru menambahkan, Pancasila erat kaitannya dengan Islam. Meski Bung Karno merupakan salah seorang inisiator yang merumuskan dasar negara, para ulama muslim pun turut mendukung dalam perumusan Pancasila.

“Kalau kita lihat sejarahnya, Pancasila tidak dapat dipisahkan dari Islam. Perumusan Pancasila memang pertama atas inisiatif Bung Karno, tetapi finalnya adalah hasil kerja bersama, termasuk tokoh-tokoh Islam. Jadi, bagi umat muslim, insya Allah dengan mengamalkan Pancasila kita juga sekaligus mengamalkan Alquran,” jelasnya.

Melalui acara tersebut, Beliau berharap semangat persatuan antar warga semakin kuat. Sehingga mereka kian mantap dalam menjaga keutuhan NKRI dan menjunjung Pancasila.

“Deklarasi ini membuktikan untuk terus menjunjung tinggi semangat dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan, Hari ini kita tumbuhkan semangat persatuan, kebersamaan, toleransi untuk semua warga,” ajaknya disambut tepuk tangan riuh para pegowes.

Selain itu, Plt gubernur ini juga menyambut baik khazanah lokal yang ditonjolkan dalam kegiatan ini, yakni memakai ikat (iket) kepala sebagai salah satu identitas Kudus. “Simbol iket kepala dan kebudayaan yang diangkat dalam acara ini seyogyanya bisa ditiru oleh daerah lain,” katanya.

Deklasrasi juga diisi dengan kegiatan ngontel bareng yang diikuti dua ribu peserta. Dengan bersepeda keliling, mereka mengenakan kaos putih dan beriket kepala sebagai simbol dan identitas.

Acara ngontel bareng gubernur dengan tema Islam Nusantara benteng Pancasila ini merupakan rangkaian dari festival Al-Qur’an, khazanah Islam Nusantara, dan parade bentang Pancasila yang digagas Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ) dan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan ini berlangsung selama sepekan dengan berbagai acara di antaranya Rangkaian kegiatan dan seminar Jateng benteng Pancasila, Halaqah Majelis Gusjigang, Seminar revitalisasi nilai Pancasila, Sarasehan Peningkatan Etika Budaya Politik, Pendidikan Politik bagi santri, Seminar Jateng Melawan Terorisme dan Seminar Jateng Melawan Narkoba.pameran sejarah Al-Qur’an dan khazanah Islam Nusantara, kaligrafi. Selain itu juga dilaksanakan kegiatan festival tilawah, nyerat Al-Qur’an bersama 999 santri, parade seribu terbang, konser 21 tahuan almubarok Qudsiyyah, dan ngaji bareng bersama Sabrang Noe Letto.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.