|

Single Blog Title

This is a single blog caption
15
Okt

PANCASILA SEBAGAI NILAI TOLERANSI UMAT BERAGAMA

Foto : PPID Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah

SEMARANG – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Haerudin, S.H., M.H. berkesempatan untuk memberikan materi tentang kebangsaan dan nasionalisme di depan umat Buddha pada kegiatan Dialog Intern Umat Buddha Bimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Jawa Tengah pada kamis (14/10).

Kegiatan yang dielenggarakan selama 2 sesi di hotel Candi Semarang ini bertujuan untuk menanamkan dan meningkatkan pemahaman kepada masyarakat akan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme serta pentingnya toleransi di dalam kemajemukan yang ada di Indonesia. Membuka sesi materi, Kepala Badan Kesatuan Bangsan dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Haerudin mengatakan bahwa sebagai nilai luhur, Pancasila harus tetap menjadi nilai yang hidup dan bekerja nyata dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

“Nilai luhur Pancasila harus hadir secara nyata dalam kehidupan. Pancasila harus terus menjadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan. Nilai yang bekerja dalam kebijakan dan keputusan. Nilai yang hidup bergelora dalam keseharian rakyat Indonesia,” tuturnya.

Karena Indonesia adalah negara yang dianugrahi keragaman suku dan agama, Haerudin memaparkan bahwa hal tersebut dapat dikembangkan menjadi nilai-nilai toleransi berbasis keagamaan yang dapat mengispirasi untuk bersikap toleran yang tidak digunakan untuk inspirasi politik yang dapat memecahbelah masyarakat hanya karena berbeda kepentingan.

“Keragaman suku dan agama bangsa Indonesia merupakan anugerah untuk dikembangkan menjadi nilai-nilai toleransi masyarakat. Dengan basis keragaman ini, agama harus menjadi inspirasi batin yang mengajarkan umat untuk bersikap toleran dan menebarkan rahmat bagi sesama, bukan menjadi alasan memecah belah masyarakat lantaran memiliki kepentingan berbeda” tandasnya.

Salah satu contoh bentuk nyata Pancasila dalam tindakan yang ada di provinsi Jawa Tengah yaitu, saat menjelang Hari Raya Waisak umat Muslim dan Buddha di dusun Kagok, Ngarap Arap Kecamatan Ngaringan Grobogan kompak bergotong royong bersih-bersih lingkungan dan vihara.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.