|

Single Blog Title

This is a single blog caption
28
Dec

Pemerintah-Masyarakat Sinergi Lindungi Kawasan Pesisir

Semarang – Keberadaan hutan mangrove atau bakau di kawasan pesisir pantai sangat penting. Baik menyangkut dari aspek ekonomi,sosial maupun ekologis dan lingkungan. Dari hal  tersebut pemerintah bersama elemen masyarakat bersinergi melindungi ekositem laut.

“Kebijakan dan program prioritas terus digalakkan melalui upaya-upaya pelestarian lingkungan. Prioritasnya Jateng ijo royo-royo baik di darat maupun di laut. Masyarakat ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP saat usai memberi sambutan pada Seminar Nasional bertajuk “Mangrove For Nature Sustainability and Human Life” di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Rabu (26/12).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyusun berbagai konsep dan kebijakan guna melindungi kawasan pesisir yang terbentang di 13 kabupaten dan kota di Jateng. Antara lain, menyusun rencana zonasi magrove dan regulasi berupa penerbitan Perda Nomor 2 Tahun 2017 mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan.

Apabila regulasi tentang mangrove sudah bergulir, penanganan kawasan pesisir akan lebih baik, terlebih menyangkut rencana tata ruang. Sehingga siapapun tidak seenaknya mengubah tata ruang yang strategis menjadi tata ruang untuk kawasan industri atau kepentingan lainnya.

Dari aspek sosial, mangrove menggerakkan berbagai elemen masyarakat bergotong-royong menanam kawasan pesisir. Sementara, fungsi lingkungan mangrove sebagai penahan alami abrasi, erosi, pengendali ombak, serta memiliki peran besar sebagai penyerap dan penyimpan karbon.

“Beragam manfaat hutan mangrove ini harus disosialisasi kepada masyarakat, terutama yang bermukim di kawasan pesisir. Memberikan edukasi mengenai fungsi mangrove, karena tidak sedikit masyarakat yang menganggap mangrove menjadi pengganggu produktivitas hasil tambak,” paparnya.

Kepala DLHK Jawa Tengah, Sugeng Riyanto mengatakan sebagian wilayah Jateng merupakan kawasan pesisir karena diapit Pantai Utara dan Selatan, sehingga keberadaan hutan mangrove harus mendapat perhatian. Salah satunya menggerakkan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan laut dan pesisir.

“Tujuan dari kegiatan ini yakni membangun pola pikir, pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran masyarakat dan semua pihak untuk menjaga ekosistem laut demi kehidupan yang lebih baik,” bebernya.

 

Foto : Humas Jateng

Link Berita : Humas Jateng

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.