|

Single Blog Title

This is a single blog caption
13
Nov

PENGUATAN DAN PEMANTAPAN IDEOLOGI PANCASILA (KADER PANCASILA)

Kegiatan dengan maksud mensosialisasikan dan reedukasi pentingnya menja Pancasila sebagai konsensus nasional dan payung kebangsaan serta menumbuh kembangkan pemahaman segenap elemen masyarakat terhadap Pancasila sebagai ideologi Negara, pandangan hidup, dan falsafah bangsa Indonesia yang kemudian bertujuan terbentuknya Kader-kader Pancasila guna menjaga Ideologi Pancasila dan keutuhan Negara Indonesia serta memasyarakatkan lima sila Pancasila dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu tanggal 5-6 November 2019 di Hotel Riyadi Palace, Kota Surakarta. Peserta teridi dari Kwarda dan Kwarcab Pramuka Kab/Kota se-Jawa Tengah yang berjumlah 80 orang.

Metode/Mekanisme yang digunakan pada Kegiatan Penguatan dan Pemantapan Ideologi Pancasila (Kader Pancasila) Angkatan IV berupa ceramah dan tanya jawab. Berikut materi dan narasumber yang menyampaikan ceramah :

  1. Pancasila Sebagai Solusi Problem Bangsa oleh Prof. Dr. Warsino, M.Hum
  2. Strtategi Membumikan Pancasila Dikalangan Generasi Milenial oleh Kwarda Provinsi Jawa Tengah.
  3. Pancasila Sebagai Benteng Penjaga Pancasila oleh Kwada Provinsi Jawa Tengah.
  4. Menangkal Faham Radikalisme dan Terorisme Dikalangan Generasi Muda oleh Drs. Budiyanto, SH., M.Hum (Ketua FKPT Jawa Tengah).

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Drs. Achmad Rofa’i, M.Si yang dalam sambutannya menyampaikan :

Era demokrasi yang terus berjalan menuju fase yang semakin baik merupakan berkah tersendiri bagi bangsa dan negara kita. Era keterbukaan semakin memberikan jaminan pemenuhan hak berpendapat dan terlibat dalam proses pembangunan. Ini men­jadi poin penting pencapaian kualitas demokrasi di Indonesia. Negara Indonesia sendiri telah menjadi salah satu negara di dunia yang sangat mengedepankan demokrasi dalam pelaksanaan pembangun­annya.

Banyak kemajuan yang telah dicapai dari perkembangan demokrasi kita hari ini, namun banyak pula perbaikan yang masih harus dibuat. Kita semua harus optimis bahwa catatan-catatan tersebut akan menjadi penting bagi perbaikan sistem demokrasi di Indonesia. Prioritas kita hari ini adalah mengawal demokrasi agar semakin substansial dan memberikan manfaat bagi perkembangan kesejahteraan masyarakat.

Tanpa mengurangi optimisme dan keyakinan kita atas masa depan demokrasi di Indonesia, Beberapa catatan tetap harus kita garis bawahi sebagai bentuk concern dan kewaspadaan kita bersama dalam pelaksanaan pengawalan proses pembangunan demokrasi di Indonesia. Maraknya hoak bernuansa politik, budaya nyinyir, perang di sosial media, buzzer dan influenzer, serta berbagai bentuk black campaign, menjurus pada praktik tidak baik dalam berdemokrasi.

Ditengah jaman yang semakin modern, komunikasi informasi yang semakin mengglobal dan terbuka, alur informasi menjadi semakin tidak tersekat. Perbincangan isu politik nasional di tingkatan elit menjadi perbincangan biasa dan nyata di berbagai warung kopi dan tongkrongan pos kampling. Jadi jangan heran juga jika anak anda yang masih duduk di bangku SMA bahkan SMP sudah mengetahui sepenggal informasi tentang Revisi UU KPK, RKUHP dan sebagainya.

Bukan hanya itu,  ajakan demo dari kakak-kakak mahasiswanya, seolah juga menjadi ajakan bagi anak-anak kita. Padahal secara usia dan referensi, mereka belum cukup mendapatkan gambaran data, dan belum relatif dewasa untuk bisa mengambil keputusan dengan bijak.

Fenomena demo adik-adik SMA dan STM bisa menjadi gambaran. Betapa sekat informasi yang terbuka jika tidak disertai dengan pemahaman dan penjelasan yang memadai bisa menjebak generasi kita pada kesimpulan sikap seketika yang terkadang kurang bijak. Di Jakarta muncul korban. Di Magelang berujung pada kericuhan.

Ini adalah PR kita semua bapak ibu. Keluarga dan orang tua, bersama seluruh komponen bangsa punya tanggungjawab moral dan tanggung jawab sosial untuk menyertai perjalanan demokrasi ini, agar bijak dan terarah.

Hadirin yang berbahagia, Jika kita berbicara tentang proses pendidikan dan penyadaran karakter bangsa, tentu tidak bisa dipisahkan dari Pramuka. Gerakan Pramuka merupakan kesatuan entitas pembangun bangsa Indonesia hingga sekarang.  Pramuka sejak awal didirikan, hadir untuk melatih generasi muda agar memaksimalkan setiap potensi yang ada di dalam dirinya, baik itu intelektual, spiritual, sosial, dan fisik. Tentu ini menjadi poin penting dimana generasi muda adalah pemegang tongkat estafet perjalanan bangsa ke depannya.

Sekali lagi saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pegiat Pramuka di seluruh pelosok tanah air, khususnya para pegiat Pramuka yang berada di ruangan ini, yang tanpa lelah dan dengan penuh semangat telah melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi generasi muda, masyarakat dan bangsa.

Pramuka merupakan kekuatan yang setiap saat mendampingi pemuda yang akan menjadi pemimpin bangsa nantinya. Kekuatan inti dari masa depan bangsa ini. Ini yang kadang tidak banyak kita sadari. Oleh sebab itu secara khusus saya ingin menyampaikan sekali lagi penghargaan, apresiasi kepada pegiat Pramuka, atas kerja keras dan capaian-capaian yang selama ini telah dikerjakan. Ke depan saya ingin melihat Pramuka tumbuh sebagai sebuah gerakan dan lebih berperan lagi jadi ujung tombak dalam melaksanakan program-program prioritas pemerintah. Di bidang kesehatan, di bidang pendidikan, program-program kesejahteraan rakyat, dan pembangunan karakter dan mentalitas generasi bangsa.

Hadirin yang berbahagia,Selanjutnya saya ingin menyampaikan sedikit pesan. Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa merupakan anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif. Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Gerakan Pramuka bersama seluruh komponen bangsa punya tanggungjawab moral dan tanggung jawab sosial untuk menyertai perjalanan bangsa ini, agar bijak dan terarah. Mari kita bersama-sama kedepan lebih massif bekerjasama melaksanakan program-program penguatan dan pemantapan ideologi Pancasila, sampai ke tingkat akar rumput, sampai ke tingkat terkecil yakni keluarga. Mari kita lahirkan Kader-kader Pancasila, mulai dari generasi muda, dimotori oleh Pramuka, Demi Indonesia di masa depan yang semakin maju dan sejahtera.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.