|

Single Blog Title

This is a single blog caption
19
Jul

Penjelasan Kenaikan Tarif Penerbitan STNK dan BPKB

Kenaikan tarif pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) berdasar Peraturan Pemerintah No 60 Tahun 2016 yang menggantikan PP No 50 Tahun 2010. Kenaikan ini bertujuan menambah kas negara dari sektor penerimaan bukan pajak untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pemohon.

Semarang – Dirlantas Polda Jateng, Kombes Herukoco mengatakan ada beberapa program kerja untuk reformasi pelayanan polisi. Sebab itu kenaikan tarif pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pemohon.

“Jadi kenaikan tersebut untuk investasi keselamatan lalu lintas, akibat dari kenaikan harga material, dan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan,” jelasnya, Jumat (6/1) di kantor Unit Pelayanan Pendapatan dan Pembayaran Aset Daerah (UP3AD) Samsat III Semarang.
Sarana yang membutuhkan peningkatan diantaranya sumber daya untuk SIM online. Diharapkan, dengan adanya pelayanan online akan semakin membuat pelayanan nyaman, cepat, dan transparan.

Sementara itu Kepala Kantor UP3AD Samsat III Semarang, Puji Astuti mengatakan kenaikan tersebut berdasar Peraturan Pemerintah No 60 Tahun 2016 yang menggantikan PP No 50 Tahun 2010. “Kenaikan ini bertujuan menambah kas negara dari sektor penerimaan bukan pajak,” jelasnya.

Dikatakan, tarif penerbitan STNK roda 2 dan 3 dari Rp 50 ribu menjadi Rp 200 ribu, kendaraan roda 4 dari Rp 75 ribu menjadi Rp 200 ribu. Penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) roda 2 dan 3, Rp 30 ribu menjadi Rp 60 ribu. Untuk kendaraan roda 4 atau lebih, Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu.  Sementara tarif BPKB, roda 2 dan 3 serta ganti kepemilikan, dari Rp 80 ribu menjadi Rp 225 ribu, dan kendaraan roda 4 atau lebih, dari Rp 100 ribu menjadi Rp 375 ribu.

Paryono, salah satu pemohon perpanjangan pajak, mengatakan tidak masalah dengan adanya kenaikan biaya tersebut. “Tapi yang terpenting pelayanan diperbaiki, karena antrean sudah lama tapi petugas sepertinya kurang,” harapnya. Selain itu, dia juga berharap agar tidak ada pungutan dan calo.

(Sumber : Merdeka.com dan sumber lain)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.