Untuk fitur aksesibilitas situs, aktifkan JavaScript. Informasi: UserWay

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah bersama organisasi kepemudaan Putra Putri Nusantara (PPN) Cabang Kota Semarang menggelar Pelatihan Satuan Tugas Unit Kegiatan Relawan Anti Narkotika dengan tema “Penguatan Jejaring Kolektif Pemuda sebagai Garda Depan Gerakan Anti Narkoba” di Wisma Pemda Jateng, Papandayan Semarang, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat peran generasi muda dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika sekaligus membangun jejaring relawan pemuda anti narkoba di Jawa Tengah. Puluhan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan dan perguruan tinggi di Kota Semarang mengikuti pelatihan tersebut.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai bahaya narkotika, strategi pencegahan, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun gerakan anti narkoba di lingkungan masyarakat.

Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi Sosial dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Rahmad Winarto, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen memperkuat ketahanan sosial masyarakat, khususnya melalui upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas narkoba.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh gerakan kolektif pemuda dalam upaya pencegahan narkotika. Generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor sekaligus penggerak kampanye anti narkoba di lingkungan masing-masing,” ujar Rahmad.

Pendiri Putra Putri Nusantara (PPN), Hendi Adisaputra, menegaskan bahwa organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab dalam membangun karakter dan kepedulian sosial generasi muda, termasuk melalui edukasi mengenai bahaya narkotika.

Sementara itu, para narasumber dari berbagai unsur turut menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, media, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan dalam memperkuat gerakan pencegahan narkotika secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk jejaring relawan muda yang aktif menyuarakan gerakan anti narkotika serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat dan produktif.