Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen secara resmi melantik tujuh Pelaksana Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2024–2028 yang berlangsung di Gedung B Setda Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (18/7).
Pelantikan ini disaksikan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Ketua Umum Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Pusat, Purna paskibraka Indonesia (PPI) Jawa Tengah serta Jajaran Kepala OPD Provinsi Jawa Tengah antara lain, Kesbangpol, BPKAD, BAPPEDA, BKD, BPSDMD, DISPORAPAR, DP3AP2KB, dan Biro Umum.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dilantiknya para pemuda-pemudi terpilih sebagai Duta Pancasila. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar formalitas, melainkan merupakan mandat moral untuk menjadi penjaga nilai-nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat.
"Menjadi Duta Pancasila artinya menjadi penyambung nilai, penjaga persatuan, dan penggerak perubahan positif. Kalian harus membawa semangat toleransi, tepa salira, dan kebersamaan dalam keberagaman budaya yang kita miliki," ujar Wakil Gubernur.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda di era digital yang penuh tantangan, mulai dari paparan radikalisme, individualisme, hingga maraknya hoaks di media sosial. Dalam kondisi seperti ini, para Duta Pancasila diharapkan mampu menjadi teladan dan agen perubahan yang menyuarakan nilai-nilai kebangsaan secara nyata di kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Wakil Gubernur menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar teori, melainkan tumbuh dari tradisi luhur bangsa seperti rembug warga, sedekah bumi, hingga budaya gotong royong yang masih hidup di desa-desa Jawa Tengah. Nilai-nilai tersebut, katanya, harus terus dijaga dan dihidupkan oleh generasi muda.
"Pancasila tidak tumbuh dari kata-kata, tapi dari sikap saling menghormati, berbagi, dan bekerja sama. Jadikan diri kalian sebagai ‘Pancasila yang berjalan’ — nyata dalam hati, ucapan, dan perbuatan," pesan beliau kepada para Duta Pancasila.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur mengajak seluruh peserta untuk menjaga Indonesia, tidak hanya dengan semangat dan seruan, tapi dengan tindakan dan karya nyata yang membawa manfaat bagi masa depan bangsa.
"Jaga Indonesia bukan hanya dengan teriakan, tetapi juga dengan pengabdian. Banggalah pada masa lalu, tapi jangan berhenti berkarya untuk masa depan," tutupnya.
Pelantikan ini menjadi simbol kuat bahwa generasi muda Jawa Tengah siap meneruskan estafet kepemimpinan kebangsaan dan menjaga warisan nilai-nilai Pancasila agar tetap hidup dalam jiwa pemuda Indonesia.