WASPADAI RADIKALISME DAN INTOLERANSI DIGITAL DIMULAI DARI SEKOLAH

BOYOLALI - Sekolah ditengarai menjadi sasaran empuk kelompok radikal. Generasi muda berada di usia yang rawan terpapar radikalisme dari media social karena cenderung tidak berpikir kritis dan menelan mentah-mentah infomasi yang mereka terima, tanpa, melakukan cek-ricek.

Ini disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Provinsi Jawa Tengah Haerudin sebagai narasumber kegiatan pembinaan karakter kebangsaan bagi siswa SMK di Al Azhar  Azhima Hotel pada Rabu (13/4). Menurutnya, dunia maya, di mana informasi seolah tanpa batas dan berkembang sangat cepat, risiko anak muda terpapar paham radikal sangatlah besar.

“Penyebaran paham radikal sering dibumbui narasi heroisme terutama propaganda lewat media sosial bisa dianggap menarik oleh generasi muda karena kemudahan akses internet dan banyaknya waktu luang,  kemudian konten dan narasi radikal disebar dengan mudah.” kata Haerudin.

Ia juga menjelaskan bahwa sikap intoleransi dapat mengancam kerukunan dan keragaman identitas budaya di Indonesia. Hal ini perlu diwaspadai karena intoleransi benih dari munculnya radikalisme dan terorisme yang kemudian mengarah ke tindakan ekstrimisme.

Kegiatan ini diikuti oleh 35 Waka Kesiswaan, 35 Guru Bimbingan Konseling, dan 35 Pengurus OSIS dari 35 Kabupaten/ Kota se Jawa Tengah.

Haerudin juga mengingatkan kepada para guru agar tidak terjebak radikalisme, terutama bagi mereka yang berstatus sebagai ASN karena dapat terancam hukuman mulai dari teguran keras hingga pemecatan.

Kontak Kami

Alamat Kami

Jl. Ahmad Yani No. 160 Kota Semarang, Jawa Tengah

Email Kami

info@kesbangpol.jatengprov.go.id

Kontak Kami

Telp:024-8454990
SMS:089690923824