Karanganyar — Di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan sosial kemasyarakatan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong penguatan peran organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai mitra strategis negara. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan ormas yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Karanganyar, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan ini diikuti 50 peserta yang terdiri atas perwakilan ormas dan elemen masyarakat Kabupaten Karanganyar. Forum tersebut menjadi ruang dialog sekaligus penguatan kapasitas ormas dalam menghadapi beragam persoalan sosial yang semakin kompleks.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Ormas menyampaikan bahwa pemerintah menyadari penanganan persoalan sosial tidak dapat dilakukan secara sepihak. Dibutuhkan kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, stake holder dan ormas sebagai elemen masyarakat sipil yang memiliki kedekatan langsung dengan warga di tingkat akar rumput.
“Ormas memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat ketahanan masyarakat, oleh karena itu Ormas punya peran strategis dalam penguatan civil society” ujarnya saat membuka kegiatan secara resmi.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila. Setelah sambutan pembuka, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Kepala Bidang Poldagri Ormas Badan Kesbangpol Karanganyar, Eka Mardiyanto.
Peran Strategis Ormas
Hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mukafi Fadli, menekankan bahwa ormas harus mampu menjadi penghubung efektif antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, ormas tidak hanya berperan sebagai mitra pembangunan, tetapi juga sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan publik. “Ormas harus menjadi jembatan aspirasi masyarakat dan mendorong partisipasi publik dalam penentuan kebijakan strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, narasumber lainnya, Subandi Padmo Rejo, menyoroti pentingnya penguatan peran ormas dalam membangun civil society yang tangguh. Ia menyebut, di tengah tantangan kebangsaan, ormas memiliki fungsi vital dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan menjaga kohesi sosial.
“Ormas adalah pilar penting dalam menjaga ketahanan sosial. Dengan kapasitas yang baik, ormas dapat menjadi agen perubahan sekaligus penyeimbang dinamika sosial di masyarakat,” ungkapnya.
Respons atas Dinamika Sosial
Kegiatan sosialisasi ini merupakan respons atas semakin kompleksnya dinamika ormas dan berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat, mulai dari isu intoleransi, konflik horizontal, hingga tantangan ekonomi dan sosial pascapandemi.
Merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang telah diperbarui melalui UU Nomor 16 Tahun 2017, ormas memiliki hak dan kewajiban untuk berpartisipasi dalam pembangunan serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam konteks tersebut, penguatan kapasitas dan literasi regulasi bagi ormas menjadi langkah penting agar perannya berjalan sesuai koridor hukum.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap ormas di Jateng, khususnya Kab Karanganyar semakin mampu mengidentifikasi, mencegah, dan menangani permasalahan sosial secara partisipatif dan solutif. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat sipil dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis, tertib, dan sejahtera.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Karanganyar diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang berhasil mengintegrasikan peran ormas dalam pembangunan sosial yang inklusif dan berkeadilan.