|

Single Blog Title

This is a single blog caption
15
May

Selamat Jalan Bapak Bupati Tegal

Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kami Keluarga Besar Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Bupati Tegal Bapak H. Enthus Soesmono pada hari Senin, 14 Mei 2018 pukul 19.10 WIB dalam usia 52 tahun di RS. SOESELO Slawi. Semoga Almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan kesabaran dan ketabahan. Aamiin.

Ki Enthus Susmono lahir di Tegal, 21 Juni 1966. Pada tanggal 8 Januari 2014, ia dilantik sebagai Bupati Tegal, untuk periode 2014-2019. Karena ketokohannya di dunia pedalangan, pada tahun 2005, menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang seni-budaya dari International Universitas Missouri, Amerika Serikat. di tahun yang sama juga menerima gelar dari Laguna College of Business and Arts, Calamba, Filipina.

Ki Enthus dibesarkan dari lingkungan keluarga dalang. Ia adalah anak semata wayang Soemarjadihardja, dalang wayang golèk Tegal dengan istri ke-tiga bernama Tarminah.  kakek moyangnya, R.M. Singadimedja, merupakan dalang terkenal dari bagelen pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat Mataram. Gaya sabetannya yang khas, kombinasi sabet wayang golek dan wayang kulit membuat pertunjukannya berbeda dengan dalang-dalang lainnya. Kekuatan mengintrepretasi dan mengadaptasi cerita serta kejelian membaca isu-isu terkini membuat gaya pakeliran-nya menjadi hidup dan interaktif. Didukung eksplorasi pengelolaan ruang artisitik kelir menjadikannya lakon-lakon yang ia bawakan bak pertunjukan opera wayang yang komunikatif, spektakuler, aktual, dan menghibur.

Ia adalah salah satu dalang yang mampu membawa pertunjukan wayang menjadi menarik untuk menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat, seperti Kampanye Anti Narkoba. Anti HIV-AIDS, HAM KB dan lain-lain.  Dia juga aktif mendalang di beberapa pondok pesantren melalui media Wayang Wali Sanga.

Kemahiran mendesain wayang-wayang baru/kontemporer seperti wayang Presiden SBY,  Obama, Rhoma Irama, Batman, dan tokoh politik lainnya membuat pertunjukannya selalu segar, penuh daya kejut, dan mampu menembus beragam segmen masyarakat. Ribuan penonton selalu membanjiri saat ia mendalang. Keberaniannya melontarkan kritik terbuka dalam setiap pertunjukan wayangnya, memosisikan tontonan wayang bukan sekadar media hiburan, melainkan juga sebagai media alternatif untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

Bagi kalangan aktivis, Ki Enthus juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan aktivis, mahasiswa dan para pegiat sosial.

Dunia seni pewayangan, dunia aktivis,berduka mendengar kabar Ki Enthus Susmono telah berpulang ke Rahmatullah. Selamat Jalan Pak Bupati. Semangatmu akan senantiasa kami teruskan…

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.