|

Single Blog Title

This is a single blog caption
18
Feb

Sinkronisasi program Kesbangpol membahas isu – isu strategis.

suasana pembukaan sinkronisasi program Kesbangpol yang dibuka oleh Kepala Kepala Kesbangpol Jateng, Haerudin

Semarang – Sinkronisasi Program Kesbangpol Tahun 2022 dengan Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, Kamis (18/2). Kepala Kesbangpol Jateng, Haerudin mengatakan intoleransi awal dari radikalisme.

Dihadiri Kepala Kesbangpol se Jawa Tengah, acara dilaksanakan pada Kamis pagi pukul 09.00 WIB di Aula Cendrawasih Kantor Badan Kesbangpol Jateng. Pembukaan acara diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya, doa, laporan panitia, sambut sekaligus pembukaan dan penyampaian materi oleh narasumber.

Sekretaris Badan Kesbangpol Jateng, Sulistiyo Yuli Utomo

Ketua panitia penyelenggara, Sekretaris Badan Kesbangpol Jateng, Sulistiyo Yuli Utomo menyampaikan laporan dan menjelaskan maksud serta tujuan penyelenggaraan acara tersebut. Maksud kegiatan untuk memberikan gambaran mengenai arah dan kebijakan program dan kegiatan serta mewujudkan sinergitas, sinkronisasi dan harmonisasi program. Tujuannya untuk penyamaan persepsi implementasi program dan kegiatan, cara menyikapi perkembangan isu – isu strategis dan membangun pola komunikasi yang intensif dalam bidang kesatuan bangsa dan politik.

Kepala Badan Kesbangpol Jateng, Haerudin

Membuka acara, Kepala Kesbangpol Jateng Haerudin dalam sambutanya menjelaskan bahwa ada tiga isu strategis pada bidang kesatuan bangsa dan politik, yakni isu kondusivitas wilayah, toleransi dan demokrasi.

Kondusivitas wilayah, isu ini tentang seberapa ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap stabilitas politik dan keamanan nasional. Haerudin mencontohkan permasalahn yang timbul bisa seperti konflik sosial, terorisme, radikalisme dan penyalahgunaan narkotika.

Toleransi, isu ini tentang peningkatan konflik sosial yang semakin hangat dimunculkan seiring dengan upaya segelintir orang yang memanfaatkan perbedaan yang ada(suku, agama, ras dll). Menurut Haerudin isu ini berkaitan dengan sikap intoleransi yang mana jika tidak segera ditangani akan berujung pada radikalisme dan aksi teror.

“Intoleransi ini dapat berujung radikal, bahkan jika tidak segera ditangani akan menjadi aksi teror” kata Haerudin.

Untuk isu demokrasi dihadapkan pada lemahnya pemahaman dan implementasi nilai – nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan seiring pengaruh globalisasi. Hal ini perlu adanya pengembangan kualitas demokrasi berdasarkan Pancasila dengan memberikan pendidikan politik dan wawasan kebangsaan.

Bappeda Provinsi Jawa Tengah

Masuk pada acara penyampaian materi, disampaikan oleh Bappeda Provinsi Jawa Tengah dengan materi strategi dan arah kebijakan Provinsi Jawa Tengah dalam urusan pemerintahan umum tahun 2022 yang pada intinya sebagai langkah pemantapan tata kelola pemerintahan dan kondusivitas wilayah serta peningkatan kapasitas dan ketahanan fiskal.

Selanjutnya acara dilanjutkan diskusi dan tanya jawab dan diharapkan pembahasan – pembahasan pada hari ini kedepanya dapat mensinkronkan program dan mengidentifikasi permasalahan guna tercapai tujuan sasaran dalam bidang kesatuan bangsa dan politik.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.